Rabu, 17 September 2014

Cara Menginstall PHP dengan XAMPP

1.Double klik file xampp-win32-1.8.3-2-VC11-installer.exe 


Jika anda menggunakan Windows Vista atau 7, akan muncul tampilan peringatan untuk tidak menginstall XAMPP pada Folder default yaitu C:\Program Files, karena proteksi keamanan dari Windows akan menghalangi beberapa fitur dari XAMPP. Karena itu sebaiknya folder instalasi XAMPP kita pindahkan ke D:\XAMPP.

Jika anda menggunakan Windows Vista atau 7, akan muncul tampilan peringatan untuk tidak menginstall XAMPP pada Folder default yaitu C:\Program Files, karena proteksi keamanan dari Windows akan menghalangi beberapa fitur dari XAMPP. Karena itu sebaiknya folder instalasi XAMPP kita pindahkan ke D:\XAMPP.


Setelah 2 jendela peringatan, jendela tampilan awal instalasi XAMPP akan muncul, klik next untuk melanjutkan.


Tampilan berikutnya adalah “Select Component”, pada layar ini anda bisa memilih aplikasi apa saja yang akan diinstall. Disarankan untuk membiarkan pilihan default, dalam hal ini semua aplikasi akan diinstall. Namun jika anda memiliki kendala akan keterbatasan ruang harddisk, anda bisa memilih aplikasi penting seperti Apache, MySQL, PHP, dan phpmyadmin saja. Setelah itu, lanjutkan dengan klik tombol next.


Pada tampilan berikutnya, “Installation Folder” anda dapat mengubah folder instalasi default XAMPP ke folder lain, dalam contoh ini saya akan memindahkannya ke D:\xampp. Lalu klik nextuntuk melanjutkan.


Tampilan layar “Bitnami for XAMPP” adalah iklan produk installer CMS dari XAMPP, dan kita tidak memerlukannya saat ini. Hapus centang dari pilihan “Learn more about BitNami for XAMPP”, lalu klik tombol next.


Jika semuanya berjalan lancar, tampilan berikutnya adalah “Ready to Install”, klik tombol nextuntuk memulai proses instalasi.



Proses intallasi akan berjalan beberapa saat, hingga layar tampilan menjadi “Completing the XAMPP”, biarkan ceklist “Do you want to start the Control Panel now?” karena kita akan langsung mencoba XAMPP setelah ini. Akhiri proses installasi XAMPP dengan klik tombol Finish.


Setelah XAMPP berhasil diinstal, akan muncul layar “XAMPP Control Panel”. Pada jendela inilah kita akan menjalankan seluruh aplikasi yang ada di XAMPP, yang diantaranya adalah Apache Web Server dan MySQL.
Untuk test drive dari XAMPP, langsung saja klik tombol Start pada bagian Action Apache, Sesaat kemudian Module Apache akan berwarna hijau menandakan aplikasi Web server Apache sudah berjalan.











Cara Install Web Server Apache

Langkah 1
Download terlebih dahulu installer Setup Apache. Buka apache.org/download.cgi lalu scroll kebawah download versi terbarunya. 

download web server apache windows
File berukuran kurang lebih 4MB

Langkah 2
Setelah berhasil di download. Klik kiri dua kali pada Setup untuk mulai proses instalasi.

Langkah 3
Maka akan muncul jendela Instalation, nah klik saja NEXT pada jendela pertama. Begitu juga pada jendela selanjutnya. Lalu pada bagian Server information isi data sebagai berikut :


Network / Domain  isi dengan nama jaringan atau domain Anda.
Server Name isi dengan nama server.
Administrator  Email Address isi dengan alamat email Anda.
Klik NEXT jika sudah selesai diiisi.

Langkah 4
Pada bagian Setup Type pilih Custom, lalu NEXT
instalasi web server apache windows 7

Langkah 5
Lalu pada jendela selanjutnya Custom Setup, Klik Change untuk menentukan dimana lokasi penyimpanan file instalasi.
instalasi web server apache windows 7

Langkah 6
Pada bagian Look In cari Drive C:\ lalu buat folder baru dengan menekan tombol New Folder. Beri nama Webserver. Kemudian Klik OK.
instalasi web server apache windows 7

Langkah 7
Pastikan pada bagian Folder name terisi C:\Webserver untuk memastikan bahwa semua file instalasi terletak pada folder webserver pada Drive C:\. Klik OK untuk menuju langkah selanjutnya.
instalasi web server apache windows 7


Langkah 8
Ready to Install the program ? Klik Install.
instalasi web server apache windows 7

Langkah 9
Tunggu proses instalasi berjalan.

instalasi web server apache windows 7

Jika sudah, Klik Finish

Setelah Apache server di Install sekarang cek apakah Apache server sudah berhasil di install pada komputer Anda. Untuk mengeceknya, silahkan Anda buka aplikasi Browser, lalu ketikkan localhost.
Berikut adalah tampilan jika Apache berhasil di install :

instalasi web server apache windows 7


Sabtu, 14 Desember 2013

ARSITEKTUR SISTEM BASIS DATA

Arsitektur system basis data memberikan kerangka kerja bagi pembangunan basis data.

1.1 LEVEL ARSITEKTUR BASIS DATA
Menurut ANSI/SPARC, arsitektur basis data terbagi atas tiga level yaitu :
Internal/Physical Level:
berhubungan dengan bagaimana data disimpan secara fisik (physical
storage)
External /View Level
berhubungan dengan bagaimana data di representasikan dari sisi setiap
user.
Conceptual/Logical Level
yang menghubungkan antara internal & external level
Berikut adalah gambar tiga level arsitektur system basis data :

Contoh dalam sebuah basis data pegawai, ketiga level digambarkan sebagai berikut :
- Pada level konseptual, basis data mengandung informasi tenteang sebuah entity
yang disebut EMPLOYEE. Setiap EMPLOYEE mempunyai sebuah
EMP_NUMBER (6 karakter), DEP_NUMBER(4 karakter) & SALARY (5
digit desimal).
- Pada level internal, para pegawai direpresentasikan oleh STRORED_EMP,
panjang 20 byte. STORED_EMP terdiri atas 4 field yaitu flag/pointer, 6
byte, tiga field untuk atribut pegawai.
- User yang menggunakan PL/I mempunyai sisi pandang level eksternal dimana
pegawai direpresentasikan dalam sebuah record yang ditulis dengan sintaks PL/I
- Demikianlah pula user yang menggunakan COBOL mempunyai sisi pandang
level eksternal dimana pegawai direpresentasikan dalam sebuah record yang
ditulis dengan sintaks COBOL.
1.1.1 External Level /View Level
Adalah level user. Yang dimaksud dengan user adalah programmer, end user atau DBA.
Setiap user mempunyai ‘bahasa’ yang sesuai dengan kebutuhannya.
- programmer : bahasa yang digunakan adalah bahasa pemrograman seperti C,
COBOL, atau PL/I
- end user : bahasa yang digunakan adalah bahasa query atau menggunakan
fasilitas yang tersedia pada program aplikasi
pada level eksternal ini, user dibatasi pada kemampuan perangkat keras dan perangkat
lunak yang digunakan aplikasi basis data. Didefinisikan sebagai sebuah Skema Eksternal.
1.1.2 Conceptual Level / Logical level
Conceptual level adalah sebuah representasi seluruh muatan informasi yang dikandung
oleh basis data. Tidak seperti level eksternal maka pada level conceptual, keberadaannya
tidak memperhitungkan kekurangan perangkat keras maupun perangkat lunak
pembangun aplikasi basis data. Didefinisikan sebagai sebuah Skema Konseptual
1.1.3 Internal/Physical Level
Adalah level terendah untuk merepresentasikan basis data. Record disimpan dalam media
penyimpanan dalam format byte. Didefinisikan sebagai sebuah Skema Internal.
1.2 PEMETAAN
1.2.1 Conceptual/internal Mapping :
Yaitu pemetaan yang mendefinisikan hubungan antara level konseptual dan level
internal. Pemetaan ini menjelaskan bagaimana record & field pada level konseptual
direpresentasikan pada level internal.
1.2.2 External/Conceptual Mapping :
Yaitu pemetaan yang mendefinisikan hubungan antara level eksternal dan
level konseptual. Contoh : beberapa field dapat mempunyai tipe yang
berbeda, field dan nama field dapat berubah, bebeapa field pada level
konseptual dapat dikombinasikan ke dalam satu field external.
1.3 MODEL-MODEL DATA
Yang dimaksud dengan model data adalah sekumpulan tool konseptual untuk
mendeskripsikan data, relasi-relasi antar data, semantic data & konsistensi konstrain.
Bermacam-macam model data terbagi dalam tiga kelompok besar yaitu :
Object-based logical models, record-based logical models, & physical models.
1. Object-based logical Models
Yang termasuk dalam kelompok ini adalah :
- Entity-relationship model
- Object-oriented model
- Semantic data model
- Functional data model
Dua dari model di atas yaitu : entity-relationship model & object-oriented model akan
dijelaskan lebih detil.
a. Entity-relationship Model
E-R model didasarkan atas persepsi terhadap dunia nyata yanga terdiri dari
sekumpulan objek, disebut entity dan hubungan antar objek tersebut, disebut
relationship. Entity adalah objek di dunia yang bersifat unik. Setiap entity
mempunyai atribut yang membedakannya dengan entity lainnya. Contoh :
entity Mahasiswa, mempunyai atribut nama, umur, alamat no. ktm.
Pemodelan data dengan model E-R menggunakan diagram E-R. Diagram E-R
terdiri dari :
! Kotak persegi panjang, menggambarkan himpunan entity
! Elip, menggambarkan atribut-atribut entity
! Diamon, menggambarkan hubungan antara himpunan entity
! Garis, yang menghubungkan antar objek dalam diagram E-R
b. Object-Oriented Model
Model berorientasi objek berbasiskan kumpulan objek. Setiap objek berisi :
1. Nilai yang disimpan dalam variable instant, dimana variable tersebut
“melekat” dengan objek itu sendiri.
2. Metoda : operasi yang berlaku pada objek yang bersangkutan
3. Objek-objek yang memiliki tipe nilai & metode yang sama
dikelompokkan dalam satu kelas. Kelas disini mirip dengan tipe data
abstrak pada bahasa pemrograman.
4. Sending a message : sebuah objek dapat mengakses data sebuah objek
yang lain hanya dengan memanggil metode dari objek tersebut.
c. Model-model lojik berbasis record
Terdapat beberapa model dalam kelompok ini :
c.1. Model Relasional ( Relational Model)
model relasional menggunakan kumpulan tabel-tabel untuk merepresentasikan data
& relasi antar data-data tersebut. Setiap tabel terdiri atas kolom-kolom, dan setiap
kolom mempunyai nama yang unik.
Contoh :
NIM NAMA ALAMAT DOSEN WALI
113940005 Ani Ambar Jl. PGA No.1 WNS
113950098 Andi Ari Jl. ABC No.6 TBH
113950100 Tuti Jl. AA No.78 WNS
DOSEN WALI ALAMAT
WNS KOPO PERMAI
TBH BALE ENDAH
c.2 Model Jaringan (Network Model )
Data dalam model jaringan direpresentasikan dengan sekumpulan record
(Pascal), dan relasi antara data direpresentasikan oleh record & link. Link dipandang
sebagai pointer. Record-record diorganisasikan sebagai graf. Contoh, model
relasional di atas direpresentasikan dalam model jaringan.
NIM NAMA ALAMAT DOSEN WALI
113940005 Ani Ambar Jl. PGA No.1 WNS
113950098 Andi Ari Jl. ABC No.6 TBH
113950100 Tuti Jl. AA No.78 WNS
DOSEN WALI ALAMAT
WNS KOPO PERMAI
TBH BALE ENDAH
c.3 Model Hirarki (Hirarchical Model)
Mirip dengan model jaringan.Data direpresentasikan dalam record
dan link. Perbedaannya adalah, record-record diorganisasikan sebagai tree
(pohon) daripada graf. Model relasional berbeda dengan model jaringan &
hirarki, dalam hal penggunaan pointer atau link.
1.4 BAHASA YANG DISEDIAKAN OLEH SISTEM BASIS DATA
Sebuah system basis data menyediakan dua tipe bahasa yaitu : tipe
untuk menspesifikasikan skema basis data, disebut DDL, dan tipe untuk
mengekspresikan queri atau update basis data, disebut MDL.
1.4.1 Data-definition Language
Skema basis data dispesifikasikan oleh sekumpulan definisi dengan sebuah bahasa khusus yang disebut data-definition language
(DDL). Hasil kompilasi DDL berupa tabel-tabel yang disimpan dalam sebuah file, disebut data dictionary (kamus data) atau data
directory. Kamus data adalah sebuah file yang berisi metadata. File ini yang dikonsultasi sebelum data yang sebenarnya dibaca
atau dimodifikasi oleh system basis data.
1.4.2 Data-manipulation Language
Adalah bahasa untuk memanipulasi data yaitu :
o Pengambilan informasi yang disimpan dalam basis data
o Penyisipan informasi baru ke basis data
o Penghapusan informasi dari basis data
o Modifikasi informasi yang disimpan dalam basis data
Query adalah statemen yang ditulis untuk mengambil informasi. Bagian dari DML
yang menangani pengambilan informasi ini disebut bahasa query.
1.5 DATABASE ADMINISTRATOR (ADMINISTRATOR BASIS DATA)
Administrator basis data adalah orang yang bertanggungjawab terhadap strategi
yang berhubungan dengan pengolahan data di suatu perusahaan. Selain hal tersebut,
DBA adalah orang yang bertanggungjawab terhadap implementasi strategi tersebut
secara teknis. Berikut dijelaskan bebrapa fungsi DBA secara detil :
- mendefinisikan skema konseptual
yaitu memutuskan informasi apa saja yang akan dihasilkan oleh sutu basis data.
Dalam hal ini DBA bertugas mendefinisikan entity-entiti yang terlibat pada
perancangan basis data. Proses ini disebut dengan Logical Database Design
(kadang-kadang disebut Conceptual Database Design). Setelah DBA menentukan
muatan dari basis data maka DBA akan menyusun skema konseptual
menggunakan DDL (data definition language). Kemudian dengan DBMS, skema
tersebut diimplementasikan.
- mendefinisikan Skema Internal
selain menentukan skema konseptual dari basis data, DBA juga bertanggung
jawab terhadap desain penyimpanan data secara fisik.
- mensosialisasikan hasil rancangan baik konseptual & internal ke user
Dalam hal ini tugas DBA adalah menyakinkan user bahwa data-data yang mereka
perlukan semua telah tersedia & membantu user untuk
mengimplementasikanrancangan tersebut dalam DDL.
- mendefinisikan aturan-aturan sekuriti & integritas data
- mendefinisikan prosedur-prosedur back-up & recovery
- memonitor performansi system & menangani perubahan-perubahan yang
ada.
1.6 DATABASE MANAGEMENT SYSTEM (SISTEM MANAJEMEN BASIS DATA)
DBMS adalah software yang menangani semua akses ke basis data. Secara konsep apa
yang terjadi adalah sebagai berikut :
1. user melakukan pengaksesan basis data untuk informasi yang diperlukannya
menggunakan suatu bahasa manipulasi data, biasanya disebut SQL.
2. DBMS menerima request dari user & menganalisa request tersebut
3. DBMS memeriksa skema eksternal user, pemetaan eksternal/konseptual, skema
konseptual, pemetaan konseptual/internal, & struktur penyimpanan.
4. DBMS mengeksekusi operasi-operasi yang diperlukan untuk memnuhi
permintaan user.

Selasa, 15 Oktober 2013

Operator Relasi,Relasi Aljabar,Dan Struktur Query Language (Select,From,dan Where)

- Operator Relasi
Operator Relasi selalu menghasilkan tipe data boolean True atau False, operator ini sering digunakan untuk mengecek sebuah kondisi dan diletakkan pada percabangan if. ada 7 jenis operator relasi.
Contoh :

< lebih kecil
> lebih besar
<= lebih kecil sama dengan
>= lebih besar sama dengan
== perbandingan
!= tidak sebanding
= sama dengan 

* Pembahasan di atas tentang Operator Relasi

 - Relasi Aljabar
Relasi Aljabar berasal dari pembagian bahasa Query relasional yang terdiri dari Kalkulus Relasional dan Aljabar relasional. Bahasa query relasional adalah bahasa yang digunakan dalam basis data, sehingga dapat diterapkan untuk memperoleh informasi secara efisien,Aljabar Relational adalah kumpulan operasi terhadap relasi dimana setiap operasi menggunakan 1 atau lebih relasi untuk menghasilkan satu relasi yang baru dan termasuk kategori prosedural dan juga menyediakan seperangkat operator untuk memanipulasi data.

Aljabar Relasional/Relasi Aljabar merupakan bahasa prosedural.
Operator dasar :
· Select                        (σ) 
· Project                       (π)
· Union                         ()
· Set difference            ( - )
· Cartesian product      ( X )
· Rename                     (p)
Operator yang melibatkan dua atau lebih relasi sebagai input akan menghasilkan satu relasi baru sebagai output.

-Selection ( σ )
Selection / Select (σ ), adalah operasi untuk menyeleksi tupel – tupel yang memenuhi suatu predikat, kita dapat menggunakan operator perbandingan(<,>,>=,<=,=,#) pada predikat. Beberapa predikat dapat dikombinasikan menjadi predikat manjemuk menggunakan penghubung AND () dan OR ().

-Operasi Projection ( π ) 
Projection / Project ( π ), adalah operasi untuk memperoleh kolom – kolom tertentu. Operasi project adalah operasi unary yang mengirim relasi argumen dengan kolom – kolom tertentu.

-Operasi Union ()
Union (), adalah operasi untuk menghasilkan gabungan tabel degan syarat kedua tabel memiliki atribut yang sama, yaitu domain atribut ke-i masing – masing tabel harus sama. Sintaks yang digunakan dalam operasi union ini adalah sebagai berikut :
R S = {x | xR atau XS}
Operasi ini dapat dilaksanakan apabila R dan S mempunyai atribut yang sama sehingga jumlah komponennya sama.

-Set-difference ( – )
Set-difference ( – ), adalah operasi untuk mendapatkan tabel pada suatu relasi, tapi tidak ada pada relasi yang lainnya. Sintaks yang digunakan dalam operasi union ini adalah 
sebagai berikut :
R – S = { x | xR dan XS}
Operasi ini dapat dilaksanakan apabila R dan S mempunyai atribut yang tidak sama yang akan ditampilkan, artinya adalah atribut R yang tidak ada di S akan ditampilkan, sedangkan atribut yang sama tidak ditampilkan.


-Cartesian-product ( X )
Cartesian-product ( X ), adalah operasi untuk menghasilkan tabel hasil perkalian kartesian. Sintaks yang digunakan dalam operasi proyeksi ini adalah sebagai berikut:
R X S = {(x,y) | xR dan yS}
Operasi Cartesian – product memungkinkan kita mengkombinasikan informasi beberapa relasi, operasi ini adalah operasi biner. Sebagaimana telah dinyatakan bahwa  relasi adalah subset hasil Cartesian – product dan himpunan domain relasi – relasi tersebut. Kita harus memilih atribut – atribut untuk relasi yang dihasilkan dari Cartesian – product.

-Rename ( ρ )
Rename ( ρ ), adalah operasi untuk menyalin tabel lama kedalam tabel yang baru. Sintaks yang digunakan dalam operasi union ini adalah sebagai berikut :
ρ [nama_tabel] (tabel_lama).

* Pembahasan di atas tentang Relasi Aljabar

-Struktur Query Language (Select,From,dan Where)

SELECT
Perintah SELECT digunakan untuk menampilkan isi dari suatu tabel yang dapat dihubungkan dengan tabel yang lainnya. 

Menampilkan data untuk semua kolom menggunakan asterisk (*)
Syntax : SELECT * FROM namatabel;
Berikut ini perintah untuk menampilkan semua data pada tabel jenisfilm : 

Menampilkan data untuk kolom tertentu
Syntax : SELECT kolom1,kolom2,kolom-n FROM namatabel;
Berikut ini perintah untuk menampilkan data pada tabel jenisfilm dengan kolom yang ditampilkan adalah kolom jenis : 

Menampilkan data dengan kondisi data tertentu dengan klausa WHERE
Syntax : SELECT * FROM namatabel WHERE kondisi.

SELECT
Fungsi : menampilkan record
Sintaks : SELECT [DISTINCT] colname FROM tbname
    [WHERE kondisi]
    [GROUP BY kondisi]
    [HAVING kondisi]
    [ORDER BY kondisi]


* Pembahasan di atas tentang Struktur Query Language (Select,From,dan Where)